Myjayvyn.com

Rahasia sukses pertama

0  |  285 Views

Artikel ini berisi rahasia yang sudah tidak rahasia lagi. Karena artikel ini sudah menjadi rahasia umum,  banyak sekali bertebaran di internet.  Apalagi kalo Anda sudah pernah membaca buku 7 Keajaiban Rejeki. Artikel ini diambil dari blog seseorang, barangkali Andapun pernah membacanya. Bermaksud hanya untuk berbagi, barangkali dapat diambil manfaatnya.

Inilah kisah pengalaman seorang kawan setelah berbincang dengan pengusaha sukses.
Suatu hari saya diberi kesempatan bertemu seseorang yg sangat luar biasa. Beliau seorang pemimpinsekaligus pengusaha yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya.

Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain. Sampai akhirnya ketika saya tanya, “Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?”

Lalu beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.
” Ada empat hal yang harus Anda perhatikan,” begitu beliau memulai penjelasannya.

RAHASIA PERTAMA

“Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu.. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.

Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu… baru kemudian ayahmu dan gurumu.
Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah.” Beliau mengambil napas sejenak.

Author: Agie

Semoga bermanfaat 🙂

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookPinterestGoogle Plus

So, what do you think ?