Myjayvyn.com

Klik… klik… klik…

0  |  317 Views
Advertisement
7 Ibu rumah tangga DAN mantan karyawan
BEKERJA online DARI RUMAH

DAN KINI BERPENGHASILAN 7-20jt per bulan


Yuk cari tahu bisnis mereka
==> Follow My Facebook <==



Saat itu Idzay masih duduk dibangku kelas 1 SD. Suatu malam dia menemukan sebuah rongsokan lampu emergency berukuran sebesar gelas mug. Lampu tersebut dibawa bapak sewaktu naik haji. Sekilas Idzay memperhatikan kondisi lampu emergency tersebut. Cukup parah, kabel kabelnya berantakan, sebagian putus digigit tikus. Lampu sudah tidak ada, socket lampu pun sudah berkarat.

“Sepertinya lampu ini bertenaga 2 buah batere besar” pikirnya.

Terbersit di pikirannya untuk coba memperbaikinya.

“Pasti bisa!” pikirnya saat itu.

Setelah menganalisa apa saja yang perlu diperbaiki dari lampu itu, besok siangnya sepulang sekolah Idzay segera membeli komponen2 yang dibutuhkan. Sejak sore, berbekal sedikit pengetahuan yang diajarkan disekolahnya Idzay mulai merangkai kembali satu persatu lampu emergency tersebut sesuai bayangan yang ada dalam pikirannya. Menjelang malam, setelah solder sana solder sini akhirnya pekerjaannya selesai.

“Yes!” gumamnya.

Tapi sayang, Idzay lupa membeli batere.

“Malam begini, mana ada toko yang buka?” sesalnya.

Ah tapi memang Idzay ga kehilangan akal. Dia bergegas mengambil radio milik kakaknya, lalu membongkar baterenya dan memasangnya pada lampu emergency. Dan…

“horee berhasillll!!!” teriaknya.

Segera dia berlari keluar kamarnya, ingin memamerkan keberhasilannya memperbaiki lampu kepada orang2 dirumahnya. Kebetulan saat itu diruang tengah, ada bapak dan temannya sedang membicarakan sesuatu. Idzay tidak membuang kesempatan itu untuk segera memamerkan hasil karyanya.

“Lihat, aku sudah memperbaiki lampunya!” teriak Idzay dengan bangga.

Bapak dan temannya kaget dan memandangnya tanpa reaksi.

“Jika kugeser saklarnya ke kanan… lihat lampu kanannya nyala?”

“Jika kugeser saklarnya ke kiri… lampu kiri juga nyala?”

“Kalo kugeser ketengah… dua duanya nyala! hebatkan aku?”

Bapak dan temannya hanya tertegun, menganggapnya sesuatu hal yg biasa, lalu kembali terlibat pembicaraan serius. Alangkah kecewanya Idzay mendapat respon seperti itu, betapa dia membutuhkan sebuah pengakuan. Idzay kembali ke kamarnya dengan perasaan sedih, mematikan lampu kamarnya dan mulai memainkan mainan barunya diatas tempat tidur.
Lampu emergency!
Klik… klik… klik… bunyi saklar digeser. Berulang kali dia memainkan saklar lampu emergency tersebut tanpa perasaan senang, hingga akhirnya tertidur sambil memeluk hasil kerjanya.

Tanpa disadari, ternyata kejadian itu cukup membekas dalam ingatannya sampai dewasa. Dan sedikit banyak telah mempengaruhi pola pikirnya. Untung saja tidak membuat dia terdemotivasi. Kejadian itu membuatnya berjanji, apapun kondisinya sebisa mungkin dia akan memberikan pujian atas hasil kerja dan karya anak anaknya. Walaupun hasil karya mereka terlihat sepele atau bahkan jelek kelihatannya. Dia yakin, pujian tersebut secara tidak disadari akan memberikan semangat dan motivasi tersendiri bagi mereka untuk berkarya lebih hebat lagi.

Author: Agie

Semoga bermanfaat :)

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookPinterestGoogle Plus

So, what do you think ?