Kartu kredit gw dibobol

Jun 25, 2010 by Ayah Jayvyn in Coretan Ayah | Tags: None

Waaaaaaaa….

kartu kredit gw dibobol.. kejadiannya transaksi  itu kira kira dilakukan 2 bulan lalu.. ketika minggu lalu gw dikantor tiba tiba dapet telpon dari cs kartu kredit.. menanyakan apakah melakukan transaksi di tanggal ini, merchant ini, sebesar sekian.. Transaksi tersebut dilakukan secara online di internet.. tentu saja gw membantah telah melakukan transaksi tersebut.. sebab kartu kredit tersebut ga pernah gw pake buat transaksi online..

Lalu gw disarankan untuk memblokir kartu kredit tersebut.. dan memberikan surat pernyataan untuk bantahan terhadap transaksi tersebut.. untuk selanjutnya pihak penerbit kartu kredit akan melakukan investigasi. Memang kabar baiknya pihak bank langsung mengganti jumlah uang yang kepake ama tuh maling.. ruginya ya rugi waktu untuk ngurusin tetek bengek semacam bikin surat pernyataan..

Nah.. pertanyaannya.. kenapa bisa sampe kebobolan? Entahlah gw juga ga ngerti… mungkin gw pernah  sembarangan input data kartu kredit di suatu website yang ga jelas keamanan. Sehingga mudah dibobol orang orang yang tidak bertanggung janab..

Jadi hati hatilah bagi siapa saja yang melakukan transaksi online, pastikan website tersebut memilki sistem keamanan yang baik..

Jika melakukan transaksi pembayaran secara online, biasanya website bersangkutan berusaha memastikan kita untuk mengecek di address bar tertera https, namun bukan berarti hal ini serta merta menjadi aman. Karena kalo membaca keterangan dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Disitu dikatakan :

“HTTPS adalah versi aman dari HTTP, protokol komunikasi dari World Wide Web. Ditemukan oleh Netscape Communications Corporation untuk menyediakan autentikasi dan komunikasi tersandi dan penggunaan dalam komersi elektris.

Selain menggunakan komunikasi plain text, HTTPS menyandikan data sesi menggunakan protokol SSL (Secure Socket layer) atau protokol TLS (Transport Layer Security). Kedua protokol tersebut memberikan perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers, dan man in the middle attacks. Pada umumnya port HTTPS adalah 443.

Tingkat keamanan tergantung pada ketepatan dalam mengimplementasikan pada browser web dan perangkat lunak server dan didukung oleh algorithma penyandian yang aktual.

Oleh karena itu, pada halaman web digunakan HTTPS, dan URL yang digunakan dimulai dengan ‘https://’ bukan dengan ‘http://’

Kesalahpahaman yang sering terjadi pada pengguna kartu kredit di web ialah dengan menganggap HTTPS “sepenuhnya” melindungi transaksi mereka. Sedangkan pada kenyataannya, HTTPS hanya melakukan enkripsi informasi dari kartu mereka antara browser mereka dengan web server yang menerima informasi. Pada web server, informasi kartu mereka secara tipikal tersimpan di database server (terkadang tidak langsung dikirimkan ke pemroses kartu kredit), dan server database inilah yang paling sering menjadi sasaran penyerangan oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan.”

Ketika melakukan pembayaran online pastikan untuk tidak mengklik tombol back. Karena ketika kita sudah berada dalam lindungan  sistem keamanan transaksi online, lalu mengklik back karena sesuatu hal.. kadang menyebabkan kita keluar dari perlindungan sistem tersebut.

Usahakan untuk selalu mengecek surat tagihan kartu kredit.. kali kali aja ada transaksi nyasar.. hehehe

A.J.



 




Alhamdulillah...
Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda. Terima kasih atas keikhlasannya memberikan donasi berupa komentar melalui salah satu layanan berikut Facebook Like, Facebook Comment, Alexa Review atau Wordpress Comment. Jazakallahu Khair


Review myjayvyn.com on alexa.com

Gunakan Facebook untuk memberi komentar :



Artikel yang mungkin berhubungan
Ada apa dengan worldcup 2010 South Africa?
Rahasia sukses kedua
Galau David Beckham vs Syahrini
Beres ngajar


Artikel terbaru

Beri komentar

CommentLuv badge



Locations of visitors to this page


Plugin from the creators of Brindes Personalizados :: More at Plulz Wordpress Plugins