Myjayvyn.com

Harus berani mencoba

0  |  342 Views

Just sharing..

Pertama kali sy belajar bisnis online (kalo boleh dikatakan demikian) sekitar tahun 2004 itupun karena teman sekantor saya yang mengajak (waktu itu kita berdua masih bekerja sebagai pegawai kantoran). Kebetulan beliau punya modal materi dan saya punya modal sedikit ilmu. Akhirnya kita bisnis bersama sampai sekarang.

Adapun yang kita lakukan adalah mencoba mencari produk yang banyak dibutuhkan tapi sulit didapat di Indonesia, lalu menjualnya secara online maupun offline di Indonesia. Sayapun mulai mencari dan menemukan produk di sebuah web shop online yang terkenal reputasinya di Amerika. Disinilah petualangan saya dimulai.

Singkat cerita, saya sudah terdaftar di web shop online yang tersohor itu. Bodohnya saya pada saat itu saya tidak membaca seluruh aturan yang ada, maklum tabiat malas membaca masih dipiara. Walhasil ga sampe 2 minggu account saya di ban. Dan untuk mengaktifkannya kembali saya diharuskan mengirim data keluarga, kartu identitas, SIM dan surat lainnya ke Amerika. Gila!! Segitu ketatnya dan saya dilarang untuk mengakses web tersebut bahkan membuat account baru dalam batas waktu yang tidak ditentukan dengan nama baru ataupun nama orang lain karena mereka bisa melacaknya.

Sempat saya frustasi dengan keadaan tersebut, karena web tersebut adalah salah satu akses untuk menjalankan bisnis ini. Akhirnya saya nekat membuat account lagi, kali ini menggunakan nama teman saya. Ternyata berhasil, tidak mau mengulangi kesalahan, saya pun terpaksa membaca seluruh aturan yang diwajibkan dan menjalankannya dengan hati hati.

Inilah beberapa kendala yang dihadapi saat itu, diantaranya adalah resiko takut kena tipu, masalah pembayaran dan penjual amerika yg rata rata tidak bersedia mengirim barangnya ke asia terutama Indonesia.

Takut kena tipu. Wajar doong… karena baru pertama kali, tempatnya jauh pula, tidak kenal penjualnya, dimana uang bisa melayang barang tak kunjung datang. Kita menyadari betul transaksi ini sangat beresiko, apalagi banyak kabar penipuan mengenai transaksi online.

Namun jika kita ga berani mencobanya, bagaimana kita bisa tahu hasilnya?

Dan alhamdulillah ketakutan itu tidak terjadi, karena saya berusaha ekstra hati hati dalam mencari penjual-penjual yang mempunyai reputasi baik. Dan sejauh ini penjual penjual yg sudah menjadi partner kita sangat jujur, profesional dan tanggap akan setiap masalah transaksi. Kepuasan pelanggan tentunya sangat dijunjung tinggi, apalagi bisnis secara online. Masalah sedikit saja bisa membuat bahan omongan di beberapa situs social network yang akhirnya menjatuhkan bisnis. Alhamdulillah saya banyak mendapat ilmu dari mereka.

Masalah pembayaran. Pengalaman pembayaran pertama saya lakukan melalui western union, itupun setelah bernegosiasi cukup alot dengan penjualnya. Karena rata-rata orang amerika lebih percaya dan terbiasa menggunakan jasa layanan paypal. Dan jarang sekali mereka mau menerima transfer bank, western union dan kartu kredit apalagi dari Indonesia. Mereka malas untuk sekedar mengecek atau mengambil uang ke bank, sebagian malah tidak tahu cara mengambil uang di wu. Sementara Indonesia masuk blacklist oleh paypal dalam hal pengiriman uang atau transaksi pembayaran. Kenapa? karena Indonesia dikenal sebagai pembajak kartu kredit atau carding. Hal ini tentunya cukup menghambat saya pada waktu itu. Betapa tidak, bisa dihitung dengan jari penjual yang menerima pembayaran dengan wu atau bank transfer. Lalu saya ikut serta dalam sebuah gerakan petisi agar paypal menghapus Indonesia dari daftar hitam. Ada juga sih layanan sejenis paypal yaitu moneybookers, tapi layanan ini lebih banyak digunakan di eropa tidak dikenal di Amerika. Beberapa tahun setelah petisi itu ada, akhirnya Indonesia dihapus dari daftar hitam paypal. Entah karena petisi itu atau karena memang sanksinya sudah berakhir.

to be continued… πŸ˜€

Author: Agie

Semoga bermanfaat πŸ™‚

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookPinterestGoogle Plus

So, what do you think ?