Myjayvyn.com

Fenomena Kiat Esemka

2  |  301 Views
Advertisement
7 Ibu rumah tangga DAN mantan karyawan
BEKERJA online DARI RUMAH

DAN KINI BERPENGHASILAN 7-20jt per bulan


Yuk cari tahu bisnis mereka
==> Follow My Facebook <==



Berita terhangat beberapa pekan terakhir apa lagi kalo bukan keberhasilan Sukiyat dan anak-anak SMK dalam membuat sebuah mobil, Kiat Esemka. Luar biasa bukan? Apalagi kalo Kiat Esemka ini statusnya bisa menjadi mobil nasional. Jalannya memang cukup terjal untuk menyandang status sebagai mobil nasional, berbagai benturan siap menghadang yang datang dari luar maupun dalam negri sendiri.

Saya kira ga perlu dulu membahas mengenai bagaimana teknis mobilnya, karena berita keberhasilan membuatnya saja sudah sangat luar biasa. Juga ga perlu bicara kesempurnaan, karena kesempurnaan itu butuh proses pembelajaran dan waktu yang tidak sebentar. Jelas konsep ini bertentangan dengan para penganut yang fanatik dengan kehidupan serba instan.

Yang menarik diperhatikan justru berita-berita nonteknis seputar mobil Kiat Esemka ini yang menurut saya cukup menggelikan. Beberapa media menyuguhkan berita tentang si pemilik Jambul Khatulistiwa ketika ditanya pendapatnya tentang mobil Kiat Esemka yang lagi heboh-hebohnya diberitakan, ternyata tidak sampe beritanya ke telinga beliau. “Oh, yang dari Tokyo itu?” hehe.. ya wajar sih namanya artis lebih memperhatikan urusan penampilan. Tapi kalo komentar pejabat seperti ini apakah termasuk wajar ya..

“Beratnya luar biasa. Dempulannya kiloan. Puluhan kilo! …”

“… Kalau nanti sampai nabrak kebo gimana. Tidak usah cari mukalah!”

“Kalau cuma sekadar merakit, saya juga punya karoseri sendiri …”

“Nggak perlu seperti itu (membeli mobil Esemka) kan ada peraturan protokolernya. Nggak perlu kita gaya-gayaan …”

MasyaAllah komentarnya benar-benar membunuh spirit ya? haha… apa mereka tidak menyadari ya kalo itu buah dari mimpi, usaha, kerja keras dan doa tiada henti dalam kurun waktu yang cukup lama untuk menjadikannya sebuah kesuksesan. Sungguh ironi… yang seharusnya bisa mendukung untuk merubah sejarah Indonesia malah bersikap sebaliknya…

Kebetulan tempo hari saya sempat diskusi dengan seorang teman si pecinta sepeda mengenai fenomena Kiat Esemka ini.. dengan lugas beliau mengatakan pendapatnya begini..

“… yang dilakukan Jokowi dengan mobil Esemka-nya sesungguhnya mengembalikan alur pergerakan kesadaran sejarah yaitu : “Perlawanan terhadap modal asing secara terus menerus” dengan membangkitkan nyawa kembali tentang sebuah Indonesia yang mandiri dan berkibar menjadi bangsa yang mampu memproduksi barang-barang yang bakal bersaing di dunia Internasional…”

Luar biasa pendapat teman saya yang satu ini, entah dia copas darimana komentar itu hahaha

“…Nah persoalan utamanya..”

e eh ternyata dia belum selesai bicara hihii.. teman saya lalu menambahkan

“… ada regulasi dan perjajian dengan wto… terkait ini memang harus ada pembatasan produksi dalam negri pak, apalagi industri otomotif dalam negri… kalo masih tunduk sama wto yang ga lama pasti industri kita mati…”

Ckckck… saya sampe menganga mendengarkan pendapatnya hehe.. apalagi diperkuat dengan pernyataan berikut yang sumbernya dikutip dari seorang penulis..

Kebanyakan negara Eropa “Keynes at home, Smith abroad”. Uni Eropa melindungi produksi dalam negerinya namun untuk penjualan produknya ke luar negeri mengharapkan pasar bebas seluas-luasnya. Hal inilah yang sangat membebani negara berkembang, di mana mereka dituntut untuk membuka pasar domestiknya untuk produk asing , namun distribusi produk mereka ke luar negeri dibatasi oleh negara maju. Sebuah ironi memang, bahwa ketika negara berkembang dan negara miskin selalu menjadi pihak yang dituntut harus mengikuti semua aturan yang mereka dibuat dengan negara maju, Negara maju malah menjadi pihak yang melanggarnya “ (Pernyataan dikutip dari seorang penulis )

Lalu temen saya si genjot lover ini pun menunjukan sebuah note di facebook berisi curhatannya Pak Basri Hasan mengenai pengalamannya membuat Hovercraft dan berbagai benturan yang dihadapinya… ga perlu saya ceritakan disini yang pasti isinya sangat mengharukan..

Inikah cerminan Indonesia sekarang??

Ga tau juga hehe.. maafkan saya si anak bawang ini, ulasan ini cuma berdasarkan berita yang berhasil saya tangkap :)

Author: Agie

Semoga bermanfaat :)

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookPinterestGoogle Plus

2 Comments

  1. kips

    Bagaimanapun kadar hasil tsb, tidaklah layak untuk membunuh spirit terlebih thd generasi muda “sbg generasi penerus” yg sedang benar2 menapaki sebuah proses menuju arah yg lebih baik.
    Semoga postingan keren ini menjadi spirit bagi generasi2 muda berbakat lainnya.

  2. Ayah Jayvyn

    setuju mas.. Indonesia ini gudangnya anak2 muda yg pintar, kreatif dan inovatif. Namun semua kepintaran itu terasa percuma jika yg berwenang tidak memfasilitasinya dengan benar. faktanya, malah banyak yang loncat ke negara lain karena merasa lebih dihargai, padahal bukan berarti mereka tidak cinta tanah airnya.. kalo sudah begitu siapa yg rugi? …dilema
    Terima kasih sudah mampir :)

So, what do you think ?