Myjayvyn.com

Cuplikan Ceramah Idul Fitri 1433H

0  |  428 Views
Advertisement
7 Ibu rumah tangga DAN mantan karyawan
BEKERJA online DARI RUMAH

DAN KINI BERPENGHASILAN 7-20jt per bulan


Yuk cari tahu bisnis mereka
==> Follow My Facebook <==



“….dan hendaklah kamu membesarkan nama Allah, karena mendapat petunjuk-Nya dan supaya kamu bersyukur.”
(Q.S.al-Baqarah:185)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Lailaha illallahu, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahilhamd.

Berikut adalah cuplikan ceramah setelah shalat Ied oleh Drs. Ade Bunyamin pada Idul Fitri 1433H kemarin.
Beliau membuka cerita dengan datangnya seorang anak muda menghadap dirinya setelah beliau selesai melaksanakan shalat. Anak muda tersebut menghadap dirinya dengan menangis sesegukan sambil bertanya “Bagaimana nasib ayah saya pak? …bagaimana nasib ayah saya?”

“Sungguh saya pada awalnya tidak jelas dengan apa yang diutarakannya”, ucap beliau saat mengawali khutbahnya. Saya kemudian berusaha menenangkan anak muda tersebut, dan sedikit-sedikit mulailah anak muda itu bercerita tentang apa yang menjadi beban dari hidupnya.

Anak muda tersebut memiliki seorang ayah, yang cukup dikenal dikalangan pengusaha. Ayahnya adalah seorang pekerja keras, dan  kehidupan keluarga mereka bisa dikatakan lebih dari cukup. Sampai pada suatu waktu, sang ayah jatuh sakit…

Anak muda ini adalah anak bungsu dari keluarga tersebut. Kakak kakaknya sudah bekerja dan tinggal diluar kota, sementara anak muda ini masih duduk dibangku kuliah. Ketika ayahnya sakit dia berusaha menemani ayahnya di rumah sakit. Sampai pada suatu ketika tim dokter memanggilnya untuk memberi keterangan mengenai kondisi terakhir sang ayah. Anak muda tersebut masuk kedalam ruangan dokter, diapun duduk dan menatap dokter dengan harap-harap cemas. Salah satu dari tim dokter itu kemudian bicara, “Ananda, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkan ayah ananda. Namun sepertinya Allah berkehendak lain…”

Anak muda itu terdiam, air matanya mulai berlinang mendengar keterangan dokter tersebut.

Tim dokter menyatakan ketidaksanggupannya menyembuhkan penyakit yang di derita sang ayah. Secara ilmu kedokteran, ayahnya kini bergantung kepada peralatan medis yang membantunya untuk bertahan hidup. Jika peralatan medis itu dilepas, dipastikan sang ayah dalam hitungan menit akan segera meninggal.

Anak muda itu termenung, kali ini air matanya mulai menetes.

Akhirnya Dokter memberikan dua buah pilihan, pilihan pertama adalah tetap merawat sang ayah di rumah sakit namun tentunya akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit atau pilihan kedua yaitu membawanya pulang dengan konsekuensi kehilangan sang ayah untuk selamanya.

Anak muda itu bingung bukan kepalang, lalu akhirnya dia meminta waktu untuk mengambil keputusan sampai sore hari karena ingin membicarakannya bersama keluarga. Dokterpun mengijinkan. Singkat cerita kakak-kakaknya telah berkumpul untuk membicarakan masalah yang membuatnya dilema. Tepat sore hari, mereka telah membuat keputusan, seperti yang telah dijanjikan mereka mendatangi dokter. Keputusannya adalah mereka akan menghentikan segala bentuk perawatan dan membawa sang ayah pulang kerumah. Mereka akan berusaha ikhlas dan siap menerima segala resiko apapun yang nanti akan terjadi, sekalipun itu akan membuat mereka kehilangan ayah mereka untuk selamanya.

Setelah menyelesaikan prosedur administrasi, tibalah saatnya untuk melepas peralatan medis. Sebelum itu dilakukan, dokter menyarankan kepada pihak keluarga untuk selalu mengumandangkan kalimah toyyibah. Anak-anak tersebut menurutinya, mereka kemudian berpencar mengelilingi ranjang sang ayah sambil mengucapkan La ilaha illallah tanpa terputus. Dengan perlahan, satu persatu alat-alat medispun dilepas, detik demi detik berlalu.. menit demi menit berlalu.. jam demi jam berlalu…  Subhanallah!! Ajaib!! ayahnya masih bertahan hidup, padahal secara ilmu medis hal itu adalah mustahil adanya kecuali tentunya atas ijin Allah.

Segera salah satu kakak dari anak muda itu menghubungi pembantu dirumah untuk menyiapkan tempat tidur diruang tengah, agar mereka tetap bisa melakukan apa yang telah dilakukan mereka di rumah sakit yaitu mengelilingi sang ayah dan mengucapkan kalimah toyyibah. Sampailah mereka dirumah dengan selamat dan mereka masih tetap setia mengelilingi sang ayah sambil mengucapkan kalimat tahlil tanpa sedikitpun terputus. Bahkan mereka melakukan shalatpun ditempat itu. Dan alhamdulillah sang ayah masih bertahan hidup. Setiap kali pula mereka membisikan sang ayah, membimbingnya untuk mengucapkan kalimah toyyibah.

Waktu terus berlalu dan anak-anak ini masih terus, terus dan terus mengucapkan kalimah toyyibah, sudah tak terbilang berapa banyak kalimah toyyibah itu mereka ucapkan. Air mata mereka tak henti-hentinya mengalir membasahi pipi. Seakan tidak perduli dengan apapun yang terjadi disekitar mereka, hanya satu tujuan mereka… berharap Allah akan memberikan kesembuhan bagi sang ayah yang dicintainya.

Tiba-tiba… sebuah keajaiban kembali muncul dihadapan anak-anak, sang ayah terbangun dari tidurnya. Dalam posisi terduduk… perlahan satu persatu beliau perhatikan anak-anaknya yang berkumpul mengelilingi dirinya.  Anak-anak semakin bersemangat mengucapkan kalimat tahlil… La ilaha illallah… La ilaha illallah… La ilaha illallah…
Sang ayah terlihat begitu sehat, tapi tiba-tiba…

“DIAM!!!!! DIAM KALIAN SEMUA!!!!!”, hardik sang ayah tiba-tiba, matanya penuh amarah menatap anak-anaknya.

Seketika itu juga suasana menjadi sangat hening…

“AKU TIDAK MENGERTI APA YANG KALIAN UCAPKAN!!!!!!!!”, hardik sang ayah lagi.

Setelah mengucapkan kata-kata tersebut kemudian beliau meninggal…

…………………………………………….

Rupanya inilah yang menjadi beban sekaligus kegusaran dari anak muda itu. Disaat maut menjemput, ayahnya bahkan tidak sempat mengucapkan kalimah toyyibah. Menjawab pertanyaan anak muda itu tentang bagaimana nasib ayahnya, saya mengutip sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

Apabila seorang anak Adam meninggal, terputuslah amalannya kecuali tiga perkara :

1. Shadaqoh jariyah
2. Ilmu yang bermanfaat,
3. Anak shalih yang mendoakan kepadanya.

Mudah-mudahan ketiga amalan tersebut akan menolongnya kelak di yaumal akhir. Wallahu a’lam

Kemudian saya bertanya kepadanya, bagaimanakah gerangan sang ayah semasa hidupnya?

Anak muda itu menjawabnya dengan penuh kesedihan bahwa memang ayahnya sangatlah jauh dari agama. Ayahnya memang biasa marah-marah. Dan setiap kali anak-anaknya mengingatkan ayahnya untuk beribadah, setiap kali pula ayahnya selalu membentak mereka untuk tidak mengingatkannya dan menolak ajakan mereka…

…………………………………………….

Dari cerita diatas dapat diambil kesimpulan bahwa berhati-hatilah dengan sebuah kebiasaan. Apabila semasa hidup kita sering melakukan suatu kebiasaan yang tidak disukai Allah, bukan tidak mungkin kita akan meninggal dalam kebiasaan yang tidak disukai Allah tersebut. Jika semasa hidup kita sering melakukan maksiat, bukan tidak mungkin kita akan meninggal saat sedang melakukan maksiat. Naudzubillah…

Sebaliknya jika kita terbiasa mengucapkan kalimah toyyibah semasa hidup, mudah-mudahan kelak ketika ajal menjemput Allah memudahkan kita mengucapkan kalimah toyyibah.

Semua kebiasaan berawal dari pikiran, jika kita sering memikirkan sesuatu, maka apa yang kita pikirkan akan berubah menjadi sebuah tindakan. Suatu tindakan yang terus-menerus kita ulang-ulang, pada akhirnya akan menjadi sebuah kebiasaan. Dan bila telah menjadi kebiasaan, dia akan berubah menjadi sikap mental dan karakter kita. Jika kebiasaan hidup kita baik maka terbentuklah karakter yang baik, demikian sebaliknya.

Demikianlah kurang lebih isi dari ceramah Drs. Ade Bunyamin yang berhasil saya tangkap. Mohon maaf jika ada kalimat yang kurang, lebih atau tidak sesuai dengan aslinya, karena daya ingat saya yang terbatas.

“Ya Alloh, akhirilah hidup kami dengan islam, akhirilah hidup kami dengan membawa iman, akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah”

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433H

Minal Aidin Wal Faidzin

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Jayvyn’s Family

Author: Agie

Semoga bermanfaat :)

More Posts - Website

Follow Me:
TwitterFacebookPinterestGoogle Plus

So, what do you think ?